Mungkin memang ini jalan-Nya. Aku bukan untukmu, dan kamu bukan untukku. Jawaban dari semua do'a yang ku panjatkan disetiap sembahyangku.
Hadirmu dalam hidupku telah menghadirkan banyak warna. Dari mulai aku tidak mengerti apa-apa hingga aku benar-benar menjadi orang yang bodoh.
Sepertinya benar. Aku menjadi orang yang bodoh. Sudah melepas tetapi masih ingin mempertahankan.
Singkatnya, cinta datang tanpa tau kapan itu waktunya.
Seringkali aku berfikir, apakah ini kehendak Tuhan? Apa ini memang jalan-Nya?
Jawabannya adalah ini hanyalah permainan Tuhan. Yang namanya MAIN-MAIN yaa akan BERAKHIR seperti sebuah permainan.
Tidak ada keseriusan. Hanya sementara.
Dan kenapa aku memilih jawaban itu? Karena aku memikirkan dirimu jauh kedepan sana.
Apa yang harus aku katakan sekarang?
"Say good bye" kah?
"See you later" kah?
Tetapi, apakah bibir ini sanggup mengucapkan kalimat singkat itu?
Apakah hati ini rela?
Dari sekian banyaknya berita yang sampai pada telingaku, berita inilah yang membuatku tercengang. Aku bingung, haruskah aku bahagia atau bahkan sedih? Akupun tak tahu menahu akan rasa ini.
Bagai kupu-kupu yang hinggap dalam dedaunan kering. Itulah aku, daun yg kering. Dan ketika kamu hinggap, itu semua terasa berbeda. Semua terasa indah dan menyejukkan.
Akankah aku dapat merasakannya lagi?
Desiran kala kamu mengetikkan sebuah kalimat yang sakral. Desiran kala kamu memperhatikanku secara diam-diam. Desiran kala kamu memberikan pertolongan yang aku sendiri tidak tahu maksudnya apa.
Satu-satunya orang yang selalu ada, kala itu.
Satu-satunya orang yang peduli disaat aku sendiri.
Satu-satunya orang yang suka memberi petuah-petuah yang bisa membuatku bangkit.
Kini akan hilang, lenyap, dan sirna.
Dapatkah waktu diputar kembali?